Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Legislator Apresiasi Kerja Sama Pemprov Jabar dengan Rumah Sakit Perluas Akses Warga

Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:55 WIB Last Updated 2026-10-15T13:55:33Z

Caption : Anggota DPRD  Provinsi Jabar, Mayjen (Purn) Dr.H. Taufik Hidayat, SH, MH,


BANDUNG.KATRIMA.COM
,-- Anggota Komisi I DPRD  Provinsi Jabar yang membidangi pemerintahan, Mayjen (Purn) Dr.H. Taufik Hidayat, SH, MH, menyambut baik dan memberikan apresiasi atas kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah kabupaten/kota untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan, termasuk ketika berada di luar daerah asal.


Melalui kerja sama tersebut, warga Jawa Barat yang membutuhkan pelayanan kesehatan di rumah sakit yang masuk dalam jaringan kerja sama dapat memperoleh jaminan pembiayaan untuk perawatan kelas III sesuai dengan ketentuan dan skema kerja sama yang telah disepakati pemerintah daerah.


Menurut legislator partai berlambang kepala burung garuda ini, kolaborasi antarpemerintah daerah merupakan langkah penting untuk memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan, terutama bagi pasien yang membutuhkan layanan medis tertentu,tutur Kang Taufik sapaan akrabnya.


Sebagai wakil rakyat Kang Taufik menyambut baik kerja sama ini karena yang paling utama adalah memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan ketika membutuhkan. Jangan sampai masyarakat terkendala jarak atau berada di luar daerah asal ketika harus mendapatkan pengobatan,tutur wakil rakyat dari daerah pemilihan Jabar 2 Kabupaten Bandung ini.


Sebelumnya Seperti di wartakan Pemerintah Provinsi(Pemprov) Jawa Barat(Jabar) sudah bekerja sama dengan rumah sakit umum daerah (RSUD) se-Jabar, rumah sakit pusat rujukan yang berada di Jawa Barat dan luar Jawa Barat (Jakarta) serta beberapa rumah sakit swasta.




Terkini, sebanyak 86 rumah sakit terlibat dalam upaya memperkuat sistem perlindungan kesehatan masyarakat Jawa Barat, yang terdiri atas 7 rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan 79 rumah sakit lainnya yang telah sepakat menjalin kerja sama.


Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan,“Negara harus hadir ketika rakyat mengalami kesusahan. Kita tidak boleh membiarkan rakyat kita dalam keadaan susah, sedangkan kita seolah-olah tidak tahu,” tegas KDM sapaan akrab orang nomor satu di jajaran Pemprov Jabar,Sabtu (10/10/2026).


KDM menegaskan, kebijakan tersebut sekaligus mengubah pola penanganan pemerintah terhadap persoalan masyarakat. Selama ini, menurutnya, berbagai kasus yang muncul di tengah masyarakat kerap baru mendapatkan respons setelah sampai kepada dirinya secara langsung. Pola tersebut tidak mungkin diterapkan untuk seluruh warga Jawa Barat.


Karena itu, ia meminta pemerintah kabupaten/kota membangun sistem pemantauan yang mampu menangkap persoalan warga sejak dini, termasuk memanfaatkan informasi dari masyarakat dan media sosial. Dengan demikian, persoalan kesehatan yang muncul di lapangan dapat segera direspons tanpa harus menunggu warga mencari perhatian langsung kepada gubernur.(red/aul)

×
Berita Terbaru Update