BANDUNG.KATRIMA.COM,-- Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Jawa Barat menyatakan sikap dengan mengecam keras atas konten yang di goreng untuk merusak nama baik Menteri Koordinator Pangan sekaligus Ketua Umum PAN.
Sekretaris DPW Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Jawa Barat Renvinno Aldian Ramadhan menegaskan,"Ruang digital kita sudah terlalu lama dicemari pola lama: kalau tidak suka pada pejabat, serang dengan hoax.hal tersebut ditujukan kepada bapak Zulkifli Hasan yang bertubi-tubi kerap menjadi sasaran.
Lebih lanjut dikatakan Renvinno, dalam sepekan terakhir, nama Menteri Koordinator Pangan sekaligus Ketua Umum PAN itu dipelintir habis-habisan. Video dipotong, konteks dibuang, lalu dituduhkan hal yang tidak pernah ia katakan. Gambar diedit seolah tangkapan layar media besar. Kebijakan Kemendag dikaitkan dengan masalah yang bahkan bukan ranahnya. Ini bukan kritik. Ini fabrikasi.
Hoax itu kejahatan, bukan opini.
Hoax membunuh nalar. Ketika publik dipaksa menelan kabar bohong, yang mati pertama kali adalah diskusi kebijakan. Tidak ada lagi debat soal harga pangan, soal ekspor-impor, soal perlindungan UMKM. Yang tersisa hanya amarah buta yang digerakkan oleh konten sampah.
Zulkifli Hasan boleh dikritik keras. Silakan bongkar kebijakannya. Tantang datanya di parlemen, di media, di forum terbuka. Tapi ketika yang dipakai adalah fitnah, maka yang kalian lawan bukan lagi Zulkifli Hasan. Yang kalian lawan adalah kecerdasan bangsa ini.
Tiga catatan dari kami:
1. Untuk produsen hoax: Kalian bukan aktivis. Kalian pengecut digital yang bersembunyi di balik akun anonim. Memelintir fakta adalah cara paling murahan untuk berpolitik.
2. Untuk penyebar hoax: Jempol Anda ikut membunuh demokrasi. Sekali klik “bagikan” tanpa cek, Anda sudah jadi bagian dari mesin kebohongan. Berhenti jadi corong gratis untuk fitnah.
3. Untuk aparat: Jangan diam. UU ITE ada bukan untuk pajangan. Tangkap aktor intelektualnya, bukan hanya penyebar di ujung. Tunjukkan bahwa negara tidak tunduk pada algoritma kebencian. Tapi ingat: bedakan tegas antara hoax dan kritik. Jangan jadikan ini alat bungkam.
Sikap kami jelas: berdiri melawan setiap hoax yang ditujukan kepada Zulkifli Hasan. Bukan karena kami membelanya, tapi karena kami membela akal sehat. Besok lusa, targetnya bisa siapa saja
Demokrasi tidak butuh pembohong. Demokrasi butuh petarung gagasan. Jika tidak berani adu data, minggir. Jangan kotori ruang publik dengan hoax.tegas Sekretaris DPW Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Jawa Barat Renvinno Aldian Ramadhan ,***
