Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Wapres RI dan Wagub Jabar Sambangi SMP Santa Yusuf Bandung,Dukung Ekskul E-Sport di Sekolah

Rabu, 04 Maret 2026 | 18:14 WIB Last Updated 2026-03-04T11:14:32Z


BANDUNG.
KATRIMA
.COM,  - Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan mendampingi Wakil Presiden Indonesia Gibran Rakabuming Raka melihat pelaksanaan ekstra kurikuler e-sport di SMP Santa Yusuf, Kota Bandung, Rabu (4/3/2026). 


Wapres Gibran mendukung siswa untuk terus mengembangkan e-sport, bahkan mengajak mengikuti ajang perlombaan nasional.


“Terus kembangkan, bukan hanya di ekskul tetapi juga berani ikut lombanya,” katanya. 


Selain melihat antusiasme siswa memainkan e-sport Mobile Legend di ruangan aula sekolah, Gibran juga menyempatkan diri melihat hasil karya siswa terkait pemanfaatan Internet of Things (IOT), seperti perencanaan palang pintu otomatis hingga lampu pencahayaan otomatis.


Bersama Erwan Setiawan, Gibran kemudian melanjutkan peninjauan ke SMP Plus Muthahari dan Ponpes Baitul Arqom di Kabupaten Bandung.


Kepala Sekolah SMP Santo Yusuf Markus Edy Sulisman mengatakan, ekskul e-sport sudah dimulai sejak dua tahun lalu dan telah menghasilkan berbagai piala dari perlombaan yang diikuti siswa, baik di tingkat lokal, nasional dan internasional.


Hadiah yang cukup besar menarik minat banyak siswa untuk mengikuti perlombaan, seperti e-sport Mobile Legend.


“Banyak anak yang menyukai permainan utama, maka hobi tersebut kita wadahi karena ini bagian dari talenta anak,” jelasnya.


Ekskul berbasis IOT dan kecerdasan buatan (AI) juga banyak diminati siswa SMP Santo Yusuf. Beberapa karya siswa bahkan sudah viral, seperti alat jemuran baju otomatis yang dilengkapi sensor sehingga dapat menutup sendiri saat turun hujan.


Humas SMP Santo Yusuf Didit Triono menambahkan, ekskul tersebut menjadi pelajaran wajib dalam mata pelajaran teknik informatika. Bahkan menjadi salah satu syarat kelulusan.


“Kami memberikan bimbingan kepada siswa mulai dari penentuan ide hingga hasil akhir. Tujuannya membuat IOT mampu mempermudah kehidupan sehari-hari,” jelasnya.


Satria, Siswa Kelas 9 SMP Santa Yusuf menyatakan prihatin atas seringnya kecelakaan kereta api yang menabrak kendaraan karena jalur KA tidak ditutup palang pintu otomatis. Oleh karena itu, ia pun membuat perencanaan palang pintu KA otomatis yang menggunakan teknologi sensorik.


“Kan banyak jalur KA yang tidak dijaga, terutama di jalan kecil. Semoga ini bisa menginspirasi,” tuturnya.(red/cil)

×
Berita Terbaru Update