Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Dasco Pastikan Pembahasan RUU Ketenagakerjaan Libatkan Serikat Buruh

Selasa, 03 Maret 2026 | 19:14 WIB Last Updated 2026-03-03T12:14:18Z

Caption : Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memberikan keterangan kepada media di gedung parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026).


JAKARTA.KATRIMA.COM
, - Pembahasan revisi UU Ketenagakerjaan akan melibatkan seluruh elemen, termasuk serikat buruh hingga asosiasi pengusaha. Demikian hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di gedung parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/3/2026).


Lebih lanjut dikatakan Dasco politisi senior partai gerindra ini, DPR ingin  mewujudkan undang-undang yang disepakati oleh semua pihak.


Oh kalau itu memang fokus utamanya adalah meminta agar dalam pembahasan Undang-Undang Tenaga Kerja ini bisa juga ikut membahas dan dilibatkan secara penuh,


Tadi kami juga sudah sepakat bahwa DPR, pemerintah, serikat pekerja, dan asosiasi pengusaha juga ikut serta kemudian kita mendapatkan suatu undang-undang yang memang kemudian disepakati oleh semuanya, tambahnya.


Dasco mengatakan membahas sejumlah isu dengan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI). Dasco menyinggung soal impor 105 ribu mobil pikap dari India.


“Ada beberapa hal yang kami sudah diskusikan dan tadi juga saya jelaskan terutama mengenai beberapa hal yang dalam beberapa hari ini menjadi isu, antara lain misalnya termasuk mobil pikap yang 105 ribu tadi,” ujar Dasco.


Ketua Harian Partai Gerindra itu sudah berdiskusi dengan Presiden Prabowo Subianto terkait impor 105 ribu unit pikap itu. Dasco juga membahas soal mitigasi dampak perang di Timur Tengah yang belakangan terjadi.


“Bagaimana kemudian setelah Presiden kembali, saya kemudian mengadakan pertemuan baik dengan Pak Presiden, Agrinas, maupun sejumlah menteri. Tadi saya sudah sampaikan kepada kawan-kawan organisasi pekerja ini. Dan beberapa hal lain dan juga beberapa masukan dari teman-teman mengenai mitigasi dampak perang yang saat ini terjadi terhadap energi kerja,”pungkasnya.(red/cil)


×
Berita Terbaru Update