
Caption : Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi
BEKASI.KATRIMA.COM,- Safari Ramadhan Pemprov Jawa Barat yang digelar di Lapangan Den Sakti, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, menjadi ajang silaturahmi sekaligus pengungkapan arah kebijakan pembangunan yang lebih berpihak kepada masyarakat.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menegatakan, kepemimpinan bukan sekedar menjalankan program administratif, namun memastikan kebijakan benar-benar memudahkan kehidupan rakyat.
"Hidup adalah perjalanan. Maka pemerintah harus memastikan jalannya mulus, tertata, dan indah yang dirasakan masyarakat," ujarnya, Sabtu, 21 Februari 2026 malam.
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya reformasi pengelolaan anggaran daerah. Menurutnya, belanja pemerintah harus dipusatkan pada kebutuhan mendasar warga negara seperti pendidikan, ketahanan pangan, dan infrastruktur, bukan terlalu besar pada biaya birokrasi.
Ia mengibaratkan aparatur negara sebagai amilin atau pengelola amanah publik yang harus menjaga keseimbangan penggunaan dana.
“Bagian pengelola tidak boleh terlalu besar. Kalau anggaran habis di internal, pembangunan untuk rakyat menjadi lambat,” katanya.
Dedi juga mengingatkan pentingnya transparansi keuangan sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat. Ia mendorong pemerintah daerah membuka informasi anggaran secara jelas agar masyarakat mengetahui perencanaan hingga realisasi belanja.
Selain tata kelola, isu lingkungan juga menjadi perhatian. Ia menilai pembangunan yang tidak terkendali di kawasan hulu dapat memicu bencana di wilayah hilir, termasuk potensi banjir akibat kerusakan daerah resapan udara.
Sementara itu, Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja menyampaikan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyerap aspirasi warga di kawasan padat penduduk. Ia menyebut, jumlah penduduk Desa Sumberjaya mencapai sekitar 120 ribu jiwa, sedangkan kecamatan secara keseluruhan mendekati 700 ribu jiwa.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bekasi saat ini sedang melakukan penyesuaian anggaran guna mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama perbaikan jalan dan fasilitas pelayanan dasar di wilayah Kabupaten Bekasi.
“Kami sedang melakukan perubahan anggaran agar prioritas program dapat segera dilaksanakan dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Safari Ramadhan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah provinsi dan daerah dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan warga.***